Ekonomi

Rabu, 20 Juli 2011

Makna Sederhana Ekonomi Berkelanjutan

Upaya keberlanjutan ekonomi, peningkatan investasi daerah selain pada menekan biaya ekonomi tinggi, juga harus berprinsip ekonomi berkelanjutan. Menurut Permen dalam Fauzi (2004) menjelaskan bahwa terdapat tiga alasan utama mengapa pembangunan ekonomi harus berkelanjutan, yaitu: pertama, menyangkut alasan moral. Generasi kini yang menikmati sumber daya alam dan lingkungan harus memiliki kewajiban moral untuk menyisakan layanan sumber daya tersebut kepada generasi mendatang. Kedua, dimensi ekologi. Setiap kegiatan perekonomian harus tidak diarahkan pada hal yang mengancam fungsi ekologi. Ketiga, dimensi ekonomi berkelanjutan. Dimensi ekonomi berkelanjutan sampai saat ini diartikan sangat luas, tetapi sering dimaknai hanya dibatasi pada pengukuran kesejahteraan antar generasi (intergenerational welfare maximization).
Menurut Heal dalam Fauzi (2004) bahwa berkelanjutan mengandung dua dimensi yaitu: pertama, dalam dimensi waktu, hal ini berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan pada waktu yang akan datang. Kedua, dimensi interaksi antara sistem ekonomi dengan sistem sumber daya dan lingkungan. Sedangkan dari Pezzey dalam Fauzi (2004) menjelaskan bahwa keberlanjutan dapat dilihat dari sisi pengertian dinamis dan statis. Keberlanjutan statis diartikan sebagai pemanfaatan sumber daya alam terbarukan dengan laju teknologi yang konstan, sedangkan keberlanjutan dinamik diartikan sebagai pemanfaatan sumber daya yang tidak terbarukan dengan tingkat teknologi yang terus berubah
Oleh Fauzi (2004), Pengukuran keberlanjutan dapat dilakukan melalui pengukuran keberlanjutan lemah (weak sustainable) dan pengukuran keberlanjutan kuat (strong sustainable). Konsep pengukuran keberlanjutan dimulai dari ketersediaan stok sumber daya alam, manusia, dan capital fisik yang tidak menurun sepanjang waktu (non-declining). jika penurunan natural capital sangat esensial dan memiliki nilai yang sangat tinggi sehingga kehilangannya akan sangat mengganggu pembangunan ekonomi serta adanya pertimbangan ketidakpastian yang terjadi di dalamnya, maka pengukuran strong sustainability  dapat dilakukan. Kedua pengukuran keberlanjutan tersebut tidak lain ditujukan untuk mengukur bahwa kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang tidak mengalami penurunan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar