Ekonomi

Rabu, 20 Juli 2011

Investasi Pertanian dan Agroindustri

Dalam kontek pembangunan regional, setiap aktivitas penanaman modal harus memberikan dampak dan manfaat yang luas terhadap perekonomian regional, penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan dan mengurangi kemiskinan serta pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum. Berkaitan dengan itu segala upaya penigkatan investasi perlu diprioritaskan pada sektor-sektor tertentu yang berdampak luas, salah satunya adalah investasi di sektor pertanian. Investasi sektor pertanian dan agroindustri dapat berdampak baik pada penyerapan tenaga kerja dan distribusi pendapatan.
Peranan investasi sektor pertanian dan agroindustri dalam penyerapan tenaga kerja dan distribusi pendapatan, dijelaskan sebagai berikut (Priyarsono, 2011):  pertama, Investasi untuk peningkatan output sektor pertanian memiliki dampak yang lebih besar terhadap faktor produksi tenaga kerja dan peningkatan pendapatan rumah tangga. Persentasi tenaga kerja terbesar untuk sektor pertanian terdapat pada sub-sektor tanaman pangan (12, 23%). Sedangkan pada agroindustri, sektor industri makanan, minuman dan tembakau sebesar 8,67%. Investasi sektor pertanian dan agroindustri bersifat meningkatkan penyerapan tenaga kerja (pro employment) secara efektif.
Kedua, Pembangunan pada sektor pertanian mempunyai dampak yang lebih besar terhadap peningkatan output bruto dan nilai tambah. Selain itu, sektor pertanian juga memiliki keterkaitan yang lebih tinggi dengan sektor-sektor lain. Atau dalam artian bahwa peningkatan sektor pertanian akan berdampak pada peningkatan di sektor-sektor lain. Ketiga, Analisis jalur structural menunjukkan bahwa semua sektor pertanian dan agroindustri memberikan pengaruh kepada rumah tangga dengan melewati tenaga kerja non-pertanian serta modal swasta dan pemerintah. Tetapi jalur yang melalui jalur faktor produksi tenaga kerja mempunyai dampak yang lebih besar bagi golongan rumah tangga, dibandingkan melalui jalur modal. Hal ini memberikan makna bahwa tenaga kerja memberikan kontribusi lebih besar bagi pertumbuhan produksi sektor pertanian dan agroindustri. Demikian sebaliknya, jika produksi sektor pertanian dan agroindustri ditingkatkan, maka jumlah tenaga kerja yang digunakan juga dapat ditingkatkan. Keempat, Semua scenario kebijakan yang dianalisis yaitu injeksi penanaman modal pada sektor pertanian, agroindustri, dan produksi yang lainnya baik yang berasal dari dalam negeri maupun asing memberikan dampak yang positif bagi peningkatan pendapatan PDB dan rumah tangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar