Ekonomi

Selasa, 08 Maret 2011

Spekulasi Pragmatis Koalisi

Seiring dengan berkembangnya isu hak angket di parlemen, bergolak pula isu koalisi pecah kongsi.
Hal ini benar-benar merupakan spekulasi pragmetis yang dilakukaan para politisi. Beramai-ramai politisi Berkoar tanpa dasar dan BERKOAR tanpa toleransi kekiniaan. Isu koalisi diangkat tanpa argumen yang dipandang baik oleh banyak kalangan.

"koalisi akan kita tinjau kembali, jika kita melihat kongsi parlemen yang tidak baik. klo koalisi di eksekutif ya harus koalisi di legislatif" ujar politisi

sebuah pernyataan yang cukup rasional bagi politisi tanpa pikir panjang. Pernyataan yang disertai denga argumen sederhana. Argumen sederhana memperlihatkan kesederhanaan pikir yang tidak begitu panjang untuk rakyat. Sungguh pragmatis cara pikir tersebut.

Tidak hanya berhenti pada sekedar statmen sederhana, politisi melancarkan gerak yang lebih kongrit. Sedikit bergerak provokatif politisi terus melancarkan argumen spekulatif. Sampai akhirnya kondisi berbalik menyerang.

Argumen kongsi pecah tidak mesti keluar dari mulut politisi lantaran isu hak angket. Dinamisasi koalisi seharusnya menunjukkan betapa besarnya kemampuan politik presiden untuk mengelola koalisi.

Koalisi besar bertujuan besar untuk rakyat. Cita-cita koalisi mesti bukan hanya sekedar cita-cita politik. Koalisi bukan sekedar obat penenang lawan politik sesuai prediksi banyak pakar saat koalisi satu setengah tahun yang lalu dibentuk.

Pemerintah dan Koalisi Parlemen
Nyatanya sekarang hak angket benar-benar tidak jadi diambil menjadi sebuah kebijakan paripurna DPR. Sebuah fakta yang tidak diikuti oleh fakta lain. Sampai saat ini belum terlihat apa kelanjutan parlemen dan pemerintah dalam memberantas mafia pajak. Pertanyaan yang mesti dijawabb oleh pemerintah dan parlemen saat ini?????

Politisi meributkan Koalisi???????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar