Konflik sering kali terjadi akibat asimetri informasi.
Sekurang-kurangnya, Ketidak lengkapan informasi menjadi awal dari konflik horizontal.
Berkurangnya informasi atau berubahnya informasi dari sumber sampai si penerima informasi salah satu bentuk asimetri informasi yang banyak menyebabkan kesalah fahaman dan kemudian berpengaruh terhadap kapital sosial.
Tampilkan postingan dengan label kapital sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kapital sosial. Tampilkan semua postingan
Jumat, 22 Juli 2011
Sabtu, 16 April 2011
Kapital Sosial sebagai Sebuah Perspektif
Bagai sebagai perspektif makan Kapital sosial merupakan anak cucu dari pemahaman kapitalis. Kapital Sosial dianggap sebagai wajah baik dari sistem Kapitalis yang menggerogoti kaum lemah.
teori kapital sosial muncul sebagai bentuk perbaikan cerminan buruk pemikiran kapitalisme.
Teori kapital sosial dianggap sebagai bentuk penebusan dosa dari pemikiran kapitalis yang telah menyesatkan dunia kedalam jurang kemiskinan dan katidak merataan.
teori kapital sosial muncul sebagai bentuk perbaikan cerminan buruk pemikiran kapitalisme.
Teori kapital sosial dianggap sebagai bentuk penebusan dosa dari pemikiran kapitalis yang telah menyesatkan dunia kedalam jurang kemiskinan dan katidak merataan.
Selasa, 08 Maret 2011
Spekulasi Pragmatis Koalisi
Seiring dengan berkembangnya isu hak angket di parlemen, bergolak pula isu koalisi pecah kongsi.
Hal ini benar-benar merupakan spekulasi pragmetis yang dilakukaan para politisi. Beramai-ramai politisi Berkoar tanpa dasar dan BERKOAR tanpa toleransi kekiniaan. Isu koalisi diangkat tanpa argumen yang dipandang baik oleh banyak kalangan.
"koalisi akan kita tinjau kembali, jika kita melihat kongsi parlemen yang tidak baik. klo koalisi di eksekutif ya harus koalisi di legislatif" ujar politisi
sebuah pernyataan yang cukup rasional bagi politisi tanpa pikir panjang. Pernyataan yang disertai denga argumen sederhana. Argumen sederhana memperlihatkan kesederhanaan pikir yang tidak begitu panjang untuk rakyat. Sungguh pragmatis cara pikir tersebut.
Tidak hanya berhenti pada sekedar statmen sederhana, politisi melancarkan gerak yang lebih kongrit. Sedikit bergerak provokatif politisi terus melancarkan argumen spekulatif. Sampai akhirnya kondisi berbalik menyerang.
Argumen kongsi pecah tidak mesti keluar dari mulut politisi lantaran isu hak angket. Dinamisasi koalisi seharusnya menunjukkan betapa besarnya kemampuan politik presiden untuk mengelola koalisi.
Koalisi besar bertujuan besar untuk rakyat. Cita-cita koalisi mesti bukan hanya sekedar cita-cita politik. Koalisi bukan sekedar obat penenang lawan politik sesuai prediksi banyak pakar saat koalisi satu setengah tahun yang lalu dibentuk.
Pemerintah dan Koalisi Parlemen
Nyatanya sekarang hak angket benar-benar tidak jadi diambil menjadi sebuah kebijakan paripurna DPR. Sebuah fakta yang tidak diikuti oleh fakta lain. Sampai saat ini belum terlihat apa kelanjutan parlemen dan pemerintah dalam memberantas mafia pajak. Pertanyaan yang mesti dijawabb oleh pemerintah dan parlemen saat ini?????
Politisi meributkan Koalisi???????
Hal ini benar-benar merupakan spekulasi pragmetis yang dilakukaan para politisi. Beramai-ramai politisi Berkoar tanpa dasar dan BERKOAR tanpa toleransi kekiniaan. Isu koalisi diangkat tanpa argumen yang dipandang baik oleh banyak kalangan.
"koalisi akan kita tinjau kembali, jika kita melihat kongsi parlemen yang tidak baik. klo koalisi di eksekutif ya harus koalisi di legislatif" ujar politisi
sebuah pernyataan yang cukup rasional bagi politisi tanpa pikir panjang. Pernyataan yang disertai denga argumen sederhana. Argumen sederhana memperlihatkan kesederhanaan pikir yang tidak begitu panjang untuk rakyat. Sungguh pragmatis cara pikir tersebut.
Tidak hanya berhenti pada sekedar statmen sederhana, politisi melancarkan gerak yang lebih kongrit. Sedikit bergerak provokatif politisi terus melancarkan argumen spekulatif. Sampai akhirnya kondisi berbalik menyerang.
Argumen kongsi pecah tidak mesti keluar dari mulut politisi lantaran isu hak angket. Dinamisasi koalisi seharusnya menunjukkan betapa besarnya kemampuan politik presiden untuk mengelola koalisi.
Koalisi besar bertujuan besar untuk rakyat. Cita-cita koalisi mesti bukan hanya sekedar cita-cita politik. Koalisi bukan sekedar obat penenang lawan politik sesuai prediksi banyak pakar saat koalisi satu setengah tahun yang lalu dibentuk.
Pemerintah dan Koalisi Parlemen
Nyatanya sekarang hak angket benar-benar tidak jadi diambil menjadi sebuah kebijakan paripurna DPR. Sebuah fakta yang tidak diikuti oleh fakta lain. Sampai saat ini belum terlihat apa kelanjutan parlemen dan pemerintah dalam memberantas mafia pajak. Pertanyaan yang mesti dijawabb oleh pemerintah dan parlemen saat ini?????
Politisi meributkan Koalisi???????
Langganan:
Postingan (Atom)