Ekonomi

Kamis, 28 April 2011

Pernikahan adalah tanda tanya

Hampir sebulan terakhir pemberitaan di media massa dipenuhi oleh kabar baik dari kerajaan inggris.
Tak hanya di media lokal inggris dan eropa, bahkan sampai media lokal dipelosok nusantara memuatnya sebagai berita halaman utama.
Gegap-Gempita pernikahan telah melarutkan banyak isu yang lebih layak diberitakan, sebut saja berita pembobolan Bank yang juga marak terjadi di perbankan nasional.

Terlepas dari gegap gempita pernikahan, ternyata terdapat cerita menarik yang perlu juga diperhatikan. Persoalan pilihan sang pangeran adalah penomena yang laya diperhatikan oleh semua orang.

Bukan bermaksud kebetulan, beberapa hari yang lalu di Indonesia juga terjadi pertunangan anak dari dua pejabat negara dan petinggi partai politik.

Kemudian bukan pula bermaksud mencampuri urusan rumah tangga dan kisah "percintaan" kedua keluarga. Terbayang jika sang pangeran edi baskora mempersunting seorang anak buruh tani sawah dari kawasan karawang. Alangkah beruntungnya wanita itu, dipersunting seorang anak muda yang bermasa depan cerah.

Indonesia bahkan dunia akan dua kali tercengang dan mungkin gegap gempita pernikahan di kerajaan inggris harus pudar oleh keramaian di bumi cikeas.

Namun sayangnya sang putra mahkota tidak mempersunting wanita keturunan jelata, sang putra mahkota mempersunting putri ayu jelita keturunan bangsawan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar