Kesal memang menghadapi hidup tanpa tujuan.
Seperti tertelan oleh khayalan hisapan jempol belaka.
Terlalu berlarut menjadi kurus karena tanpa tujuan.
Demikian manusia tak bertuhan.
Hidup mengalir bagai derasnya sungai.
terombang-ambing bak buih dalam dentuman ombak sunami.
Kemballi ke peraduan.
Kembali dengan berharap bimbingan Nurani
kembali dengan harapan melepas lelah karena kesal
Kembali ke camp bak buruh mengharap secangkir air
merindukan curahan dahaga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar